About Agustin Ramli

 

Agustin Ramli adalah TV Host, presenter, model yang juga di kenal sebagai Miss Indonesia Tourism 2007 dan Puteri Indonesia DKI Jakarta 2006. Di sela-sela kesibukannya di bidang entertainment, Agustin masih sempat meluangkan waktu untuk kegiatan sosial yang diwujudkan melalui Ant Charity.

 

Agustin memulai karirnya di bidang entertainment dengan membintangi iklan Telkomnet Instan ketika ia berumur 16 tahun. Kekasih kakaknya yang juga seorang gadis sampul menyarankan Agustin untuk mengikuti les modelling karena ia melihat Agustin terlalu tomboy karena suka berolah raga seperti voli atau mendaki gunung. Pada tahun 2002, pintu masuk untuk memasuki dunia modelling terbuka semakin lebar bagi Agustin ketika terpilih menjadi finalis pemilihan model cover Cita Cinta, sebuah majalah Femina Group (salah satu group majalah terbesar di Indonesia).

 

Awalnya, Agustin bercita-cita ingin menjadi psikolog anak. Itulah sebabnya ia sengaja mengambil jurusan Psikologi ketika kuliah di Atmajaya. “Saya terinspirasi dari guru SMP saya yang cantik, pintar, baik, dan selalu bisa memecahkan masalah orang-orang”, katanya. Ia justru tidak pernah berpikir akan bekerja di bidang entertainment, “Saya selalu ingin fokus menjadi psikolog anak, tidak pernah terpikir untuk serius berkarir di bidang entertaiment, karena di benak saya dunia ini sangat glamor, sementara saya bukan berasal dari keluarga berada”.

 

Setelah lulus kuliah 2006, Agustin justru semakin berkarir di bidang entertainment sebagai model catwalk, majalah, iklan, MC dan TV Host. Agustin mulai menjadi host beberapa acara olahraga yang cukup lama, kemudian lifestyle, talkshow, livereport dan humanity. Seolah menjadi wadah bagi Agustin untuk menyalurkan kepeduliannya terhadap orang-orang yang kurang beruntung, terutama anak-anak. “Kepedulian saya terhadap anak-anak bermula ketika dulu saya mengajar Sunday School. Saat itu saya malah menaruh hati terhadap anak-anak jalanan tapi saya tidak tahu bagaimana cara membantu mereka”.

 

Akhirnya Agustin sempat terjun langsung membantu salah satu panti Bogor dengan membuat program yang rutin. “Saya ingin membangun hubungan, saya tidak ingin datang seperti Santa Klaus membagikan bantuan lalu selesai, sulit untuk membuat suatu dampak nyata dengan cara itu”, jelasnya. Setelah panti, Agustin merasa ingin terlibat lebih jauh dalam menolong anak-anak, namun ia merasa panti tersebut sudah dikelola dengan sangat baik.


Ant Charity Indonesia

 

Meski bekerja di bidang entertainment, Agustin Ramli tidak lantas terbuai kehidupan glamor. Ia bahkan mengaku menghindari pulang larut malam, clubbing, dan minuman beralkohol. Agustin lebih suka menghabiskan waktu luangnya di bidang sosial.

 

Kesempatan untuk membantu anak jalanan akhirnya datang ketika Agustin diminta menjadi host untuk program “Aku Ingin Sekolah” yang ditayangkan di B TV (Sekarang R TV). Ia menjadi semakin paham akan masalah yang dialami banyak anak jalanan. “Masalah utamanya adalah mereka hidup di lingkungan yang rawan, tidak kids friendly. Kondisi keuangan keluarga mereka sangat lemah, ada juga yang broken home, sementara orang tuanya memiliki banyak anak. Dari sisi pendidikan, mungkin sudah ada program sekolah gratis dari pemerintah, namun belum semua anak bisa mendapatkan itu karena masih ada beberapa anak yang tidak memiliki akte lahir”.

 

Agustin mampu merasakan penderitaan mereka karena sewaktu kecil, ia juga menjalani masa-masa sulit. “Saya ingin membagi apa yang Tuhan berikan kepada saya kepada mereka, saya ingin mereka mendapat akses pendidikan dan kesehatan yang baik. Mungkin saya tidak punya dana yang besar, namun saya memiliki network”.

 

Agustin memulai proyek kecil seperti beasiswa sekolah selama setahun. Ia mendapat dana dari teman-temannya, hingga akhirnya banyak perusahaan yang juga turut mempercayakan Agustin untuk mengelola dana sosial ini. “Awalnya kami hanya membantu 20 orang, lalu berkembang menjadi 50, hingga kami bisa membantu 1.000 orang yang tersebar di berbagai kota mulai dari Jakarta, Bali, Palu, hingga Poso”. Pada 2011, Agustin meresmikan yayasan yang ia namakan Ant Charity Indonesia. “Meskipun skala kami masih kecil seperti semut, namun kami memiliki tujuan yang sama dan besar bagi lingkungan sosial”.

 

Salah satu yang paling dikenang Agustin adalah Budi, seorang anak yang menderita TBC tulang. Ketika pertama kali bertemu, Budi sangat kurus dan tidak bisa berjalan, namun ia selalu menjadi juara 1 di kelasnya. Semakin lama kondisinya kian memburuk dan membuat tubuhnya menjadi sangat bungkuk, tetapi ia tetap semangat bersekolah. “Budi suka sekali belajar, anaknya pandai, namun kondisi keluarganya sangat memprihatinkan, rumahnya cuma berukuran 3×4 m, orang tuanya memiliki 4 orang anak, padahal ayahnya hanya bekerja sebagai tukang sapu di Senen”.

 

Agustin sempat kehilangan harapan karena banyak dokter yang menolak mengobati Budi. Beberapa dokter bahkan meremehkan niat Agustin untuk membantu Budi. Namun dengan bantuan media yang mengangkat kasus ini dan juga dengan mukjizat Tuhan, akhirnya Budi bisa dinyatakan sembuh total dan sekarang bisa bermain bola seperti anak-anak lain.

 

Budi hanyalah salah satu dari sekian anak yang dibantu Ant Charity Indonesia. Agustin berharap lebih banyak lagi anak-anak jalanan yang bisa mendapat akses untuk pendidikan dan kesehatan. “Sebagai orang yang berkecukupan, ada baiknya kita membagi terang agar dapat menyinari kehidupan gelap mereka”.

FOLLOW ME ON

Instagram_Icon_LargeTwitter-icon-vectorfacebook

 

 

antcahrity-logo